...

Sistem, Model dan Simulasi

Sistem dan model  

Sistem merupakan kumpulan elemen yang bekerja bersama untuk  mencapai tujuan yang diharapkan.  Karakteristik atau ciri-ciri system :  

  1. Sistem terdiri dari berbagai elemen yang membentuk satu kesatuan.
  2. Adanya interaksi, saling ketergantungan dan kerjasama antar  elemen.
  3. Sebuah sistem ada untuk mencapai tujuan tertentu.
  4. Memiliki mekanisme / transformasi.
  5. Memiliki lingkungan yang mengakibatkan dinamika system.

Tujuan model:  

  1. Akademik:  a) Untuk menjelaskan sekumpulan fakta karena belum ada teori, b) Untuk mencari konfirmasi, bila telah ada teori. 
  2. Manajerial:  a) Alat pengambilan keputusan, b) Proses belajar, dan c) Alat komunikasi.

Klasifikasi simulasi : 

  1. Model statik: representasi sistem pada waktu tertentu. Waktu tidak  berperan di sini.  
  2. Model dinamik: merepresentasikan sistem dalam perubahannya  terhadap waktu. 

Model Simulasi Deterministik vs. Stokastik

  1. Model deterministik: tidak memiliki komponen probabilistik  (random).
  2. Model stokastik: memiliki komponen input random, dan  menghasilkan output yang random pula.  

Model Simulasi Kontinu vs. Diskrit  

  1. Model kontinu: status berubah secara kontinu terhadap waktu, mis.  gerakan pesawat terbang.  
  2. Model diskrit: status berubah secara instan pada titik-titik waktu  yang terpisah, mis. jumlah customer di bank.  

Simulasi discrete-event:  pemodelan sistem dalam perubahannya terhadap waktu di mana  variabel-variabel status berubah secara instan pada titik-titik waktu  yang terpisah.

Langkah-langkah dalam studi Simulasi secara garis besar

1. Merumukan masalah  

Adanya suatu permasalahan ditandai dengan munculnya gejala. Untuk  mengetahui permasalahan yang sebenarnya, maka perlu  mengumpulkan informasi secara aktual sesuai dengan kejadian  lapangan dan semua gejala yang ditimbulkannya.  Pencarian informasi tersebut bisa dilakukan dengan mencari jawaban  dari pertanyaan : apa , bagaimana, mengapa, dimana, kapan dan  siapa .  

2. Menentukan tujuan penelitian  

Setelah pokok permasalahan ditemukan, tentukan tujuan penelitian  untuk membatasi pengembangan ataupun penyelesaian masalah.  Untuk membuat suatu model, tidak semua kondisi dapat dipastikan  kejadiannya. Untuk kondisi yang sangat sulit diprediksikan dengan  pasti, diberikan asumsi. Dengan tujuan yang telah ditetapkan, akan  didapat batasan yang pasti pada saat pengembangan penyelesaian  masalah sesuai kebutuhan metode dan teori yang dijadikan  landasannya pengembangannya.  

3. Mengembangkan penyelesaian masalah  

Tahap ini merupakan awal penyelesaian masalah. Jika tahap ini tidak  sesuai dengan kebutuhan maka seluruh penelitian tidak dapat  digunakan seperti yang di harapkan. Dalam tahap ini pendekatan  teoritis dilakukan dengan menggunakan metode tertentu sebagai  alternative cara menyelesaikan masalah. Ketika data pendukung  pengamatan di lapangan dan tujuan telah ditentukan, tindakan  berikutnya adalah menganalisis data tersebut. Dari proses analisis  akan didapatkan suatu ketentuan yang berupa asumsi, kendala, sebab  akibat dari satu variable dengan variable yang lain, serta factor lain  yang berhubungan dengan pembuatan model.

4. Verifikasi

Menentukan program komputer simulasi bekerja sebagaimana  mestinya, yaitu sama dengan men-debug program komputer.  Verifikasi memeriksa penerjemahan model simulasi konseptual (mis.,  flowchart dan asumsi-asumsi) menjadi program yang berjalan dengan  benar.  

Proses pengujian terhadap model tersebut perlu dilakukan. Jika  pengujian model yang diharapkan dengan pengembangan aplikasi  dapat dipastikan tidak timpang maka proses penyesuaian metode yang  digunakan dalam model akan mampu memberikan alternative tanpa  harus mengubah model.  

5. Validasi  

Berkenaan dengan menentukan apakah model konseptual simulasi  (bukan program komputer) merupakan representasi yang akurat dari  sistem yang dipelajari.  

Jika model simulasi dan hasilnya diterima oleh manajer/client sebagai  valid, dan digunakan sebagai alat bantu dalam pengambilan  keputusan, berarti model tersebut credible.  

Proses ini sebagai kendali agar asumsi, batasan dan variable yang  diperlukan saat proses benar-benar langsung dikaitkan dalam suatu  proses di dalam aplikasi yang dibangun.  

Penyajian aplikasi ini diharapkan mampu memberikan alternative  pengambilan keputusan dengan memberikan berbagai startegi pilihan  yang mudah dimengerti oleh mereka yang bertanggung jawab.  

Validasi (dianalisis secara statistic data dapat mewakili) dapat  dilakukan dengan membandingkan model output dengan system yang  sebenarnya.  

Pengujian subyektif  - dengan pakar menilai hasil output berdasarkan kemahiran  dalam sisstem dan pengalaman.

Pengujian obyektif  - menggunakan statistik  - membandingkan data sebenarnya dengan hasil simulasi.

6. Implementasi dan hasil jawaban masalah  

Penyajian dari aplikasi yang disesuaikan dengan model diharapkan  mampu menerjemahkan permasalahan dan fungsi aplikasi yang  dibangun kepada seluruh orang yang berinteraksi dengan aplikasi  tersebut. Proses ini juga mampu menggambarkan prosedur  operasional yang mudah dimengerti dan mudah dilaksanakan oleh  orang yang bertanggung jawab terhadap penyelesaian permasalahan  tersebut.

Prinsip-prinsip Pemodelan Simulasi yang Valid  

Umumnya tidak diperlukan adanya korespondensi satu-satu antara setiap  elemen sistem dengan elemen model.  Acuan untuk menentukan tingkat detil model simulasi:  

  1. Di awal studi, definisikan dengan hati-hati:  a) isu yang akan diteliti, b) pengukuran kinerja untuk evaluasi, dan c) konfigurasi sistem alternatif.
  2. Gunakan analisis “pakar” dan analisis sensitifitas untuk membantu  menentukan tingkat detil model. 
  3. Mulailah dengan detil tingkat “menengah”, yang dapat diubah jika  perlu.  
  4. Jangan mulai dengan terlalu banyak detil, tetapi model tersebut juga  harus punya tingkat detil yang cukup agar credible.  
  5. Tingkat detil model harus konsisten dengan jenis data yang tersedia.  
  6. Waktu dan biaya merupakan faktor utama dalam menentukan detil  model.  
  7. Jika jumlah faktor (aspek yang diteliti) pada studi cukup besar,  gunakan model simulasi “kasar” atau model analitik untuk  mengidentifikasi faktor-faktor yang penting sebelum mengembangkan  moel simulasi yang detil.  
Verifikasi Program Komputer Simulasi  

Delapan teknik yang dapat digunakan untuk men-debug program komputer  dari model simulasi:  

  1. Teknik 1:  Dalam mengembangkan model simulasi, tulis dan debug program  komputer dalam bentuk modul atau subprogram.
  2. Teknik 2:  Disarankan agar lebih dari satu orang membaca program komputer jika  model simulasi yang dikembangkan besar. Penulis program itu sendiri  mungkin tidak dapat memberikan kritik yang baik.
  3. Teknik 3:  Jalankan simulasi dengan beberapa setting parameter input dan lihat  apakah outputnya masuk akal.  
  4. Teknik 4:  Lakukan “trace”, di mana status sistem yang disimulasi, yaitu: daftar  event, variabel status, cacahan statistik, dsb., dicetak setelah masingmasing event terjadi dan dibandingkan dengan perhitungan manual  untuk melihat apakah program bekerja sebagaimana mestinya.  
  5. Teknik 5:  Jika mungkin, model harus dijalankan dengan asumsi-asumsi yang  disederhanakan di mana karakteristik yang sebenarnya diketahui atau  dapat dihitung dengan mudah.  
  6. Teknik 6:  Pada beberapa model simulasi, akan sangat menolong jika ada  animasi output simulasi yang dapat diteliti.  
  7. Teknik 7:  Tuliskan mean dan varians sampel untuk setiap distribusi probabilitas  input simulasi dan bandingkan dengan mean dan varians yang  diinginkan (mis., historikal).  Langkah ini menentukan apakah nilai-nilai input dibangkitkan dengan  benar dari distribusi-distribusi tsb.  
  8. Teknik 8:  Gunakan paket simulasi untuk memperkecil jumlah baris kode yang  dibutuhkan.

Post Comments(0)

Leave a reply