...

Simulasi Routing (Interconnect - Network)

PERSIAPAN  

Persiapan simulasi routing dalam contoh ini adalah dengan menggunakan 2 workstation, 2  switch, dan 1 router sehingga terlihat seperti gambar berikut.


Gambar Dua Jaringan Berbeda dan Saling Terkoneksi via Router


Sehingga dapat diilustrasikan penjelasan untuk gambar diatas adalah seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Router0 memiliki dua interface, yaitu:  

  1. Interface dengan IP address 192.168.1.5 yang terhubung secara fisik  ke network address 192.168.1.0  
  2. Interface dengan IP address 10.0.0.5 yang terhubung secara fisik ke  network address 10.0.0.0


Gambar Ilustrasi Untuk Dua Jaringan Berbeda Terhubung dengan Router0

Double-klik Router0 hingga muncul jendela properties Router0. Pilih tab Config. Pada menu sebelah kiri, klik FastEthernet0/0 (di bawah judul submenu Interface) untuk melakukan konfigurasi IP address pada interface 1 Router0. Isikan IP address yang  sesuai dengan network address yang terhubung secara fisik dengan interface tersebut. Misalkan FastEthernet0/0 terhubung secara fisik ke network address 192.168.1.0, maka FastEthernet0/0 yang akan mendapatkan IP gateway 192.168.1.5. Setelah itu aktifkan interface dengan cara mencentang pilihan On pada field Port Status. Begitu juga dengan interface 2 Router0 (FastEthernet0/1) yang terhubung secara fisik dengan network address 10.0.0.0 akan mendapat IP gateway 10.0.0.5. Pada gambar dibawah dapat dilihat hasil konfigurasi salah satu interface, sebagai berikut.


Gambar Konfigurasi Routing Pada Interface FE0/0 Router0

Jangan lupa mengkonfigurasi interface Router0 yang lainnya. Sehingga semua jaringan dapat terkoneksi dengan benar.

Pastikan semua telah terkoneksi dengan cara memeriksa routing table. Untuk memeriksa routing table, pada jendela utama perangkat lunak Cisco Packet Tracer sebelah kiri, pilih menu Inspect (dengan gambar kaca pembesar) atau tekan hotkey I (i)  pada keyboard. Jika kursor mouse telah berubah menjadi gambar kaca pembesar, arahkan kursor ke Router0, klik Router0, dan pada menu yang muncul, pilih Routing table. Jika semua telah dilakukan dengan benar, akan terlihat ada entry pada routing table Router0 seperti terlihat pada gambar dibawah ini.


Gambar Routing Table Router0

Dapat dijelaskan sebagai berikut (lihat baris 1): Jika ada IP address yang melewati Router0 dan akan menuju Network 10.0.0.0 dengan mask /8 (255.0.0.0), dengan kata lain menuju jaringan atau host 10.* (* = berapapun), maka akan melaui port interface FastEthernet0/1. Type C berarti Connected atau alamat yang dituju terhubung langsung  dengan Router0 tersebut sehingga tidak membutuhkan Next Hop IP (IP router lain). Begitu juga untuk baris dibawahnya.

MELAKUKAN PING KE HOST DI NETWORK LAIN  

Untuk menguji kebenaran dari routing table Router0, bisa dengan melakukan “ping” dari host  satu ke host lainnya. Untuk contoh kali ini akan dilakukan ping request dari PC0 (192.168.1.1) menuju ke PC1 (10.0.0.1).

Lakukan “ping” dengan cara mengetikkan: ping [ip_address_tujuan]. Untuk melakukan ping menuju PC1 yang memiliki IP address 10.0.0.1 adalah dengan cara mengetikkan: ping 10.0.0.1. Dari hasil perintah yang anda lakukan akan dihasilkan output seperti ini :


KESIMPULAN  

Dari hasil percobaan yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa:  

  1. Koneksi antar dua host atau lebih yang berbeda segmen jaringannya membutuhkan peran dari Router/Gateway.  
  2. Router selalu memiliki interface yang terhubung secara fisik dengan network lainnya.  
  3. Next Hop Router dimanfaatkan jika Router tidak terkoneksi secara fisik dengan alamat tertentu. Sehingga selain sebagai gateway, router juga berperan sebagai tempat relay paket.
EKSPERIMEN

Coba buat interkoneksi antara 3 buah network yang terhubung pada sebuah router. Di network-1 terdapat DNS Server dan 1 workstation, di network-2 terdapat HTTP Server (pada domain cyberspace.com) dan 1 workstation, di network-3 terdapat HTTP Server (pada domain komdat.com) dan 1 workstation. Lakukan konfigurasi sedemikian sehingga setiap workstation bisa mengakses layanan server-server yang ada pada tiga  network tersebut.

Post Comments(0)

Leave a reply